Selasa, 21 Maret 2017

Kprihatmono.blogspot.co.id Mencapai 6 Tahun Terapi Down Syndrome

FEBRUARI 2017 BLOGSPOT MENCAPAI TAHUN KE 6

Penulis bersama Gubernur Jawa Barat pada acara halal-bihalal, terima kasih PakAher. 21 Maret adalah ditetapkan sebagai HARI DOWN SYNDROME sedunia. Genap 6 Tahun blogspot ini telah penulis buat sejak 2011 lalu, berisi perjalanan penulis bersama istri memfisioterapi bayi down syndrome untuk pasien di Indonesia. Istri penulis sudah menterapi bermula dari terapi penyakit-penyakit medis (sejak 2002) seperti : kista, kelenjar tiroid, wanita yang paranoid (kecemasan), nyeri-nyeri, dan terapi aura (khusus pasien remaja putri dan ibu-ibu) dan beberapa penyakit  lainnya. Dan dan istri penulis sejak 2007 mengkhususkan diri memfisioterapi bayi down syndrome sejak 2007 hingga saat ini berarti sudah genap 10 tahun.Istri penulis adalah lulusan pesantren Darunnajah di jl. Ulujami Raya Jakarta Selatan.

Di setiap artikel penulis, sengaja penulis sisipkan ilmu dan pengetahuan tentang down syndrome dan penjelasan tentang perbaikan bayi-bayi down syndrome secara terpisah dengan maksud agar Bapak & Ibu sekalian dalam membaca blogspot ini tidak terpaku hanya ke satu artikel saja, tapi penulis harapkan semakin banyak membaca artikel-artikel ini, semoga dengan adanya terselip berbagai kisah nyata (testimoni-testimoni) para orang tua dengan bayinya walau tidak disisipi foto-foto, dikarenakan para orang tua tidak mengizinkan penulis menaruh fotonya, karena dalam terapi ini memang kami bertujuan agar wajah bisa agak berubah dari wajah kembar 1000 (asalkan rajin melakukan sesuai yang kami jelaskan) yang pada akhirnya di saat bayi ini telah menginjak usia sekolah maka wajahnya waktu batita (bawah tiga tahun) tidak dikenali oleh pihak-pihak sekolah-sekolah yang mungkin saja membaca blogspot ini. Kalaupun bapak/Ibu suatu saat ingin bukti berkomunikasi dengan orang tua yang bayinya sudah selesai terapi atau yang masih proses terapi, maka kami persilakan untuk sharing (berbagi cerita). Alhamdulillah akhirnya ada orang tua yang memberikan izin fotonya dimuat. http://kprihatmono.blogspot.co.id/2017/02/kisah-nyata-perjuanganku-dengan-bayiku.html Terima kasih Ibu V di Kalimantan.

Untuk makin faham apa itu down syndrome (DS) dan bahwa bayi bapak / ibu sekalian dari sisi FISIK LUAR dan DALAM yang terjadi pada setiap bayi-bayi akan BERBEDA KOMBINASI (CIRI DAN KELAINAN) nya, maka silakan membaca artikel berikut terlebih dahulu:
http://kprihatmono.blogspot.co.id/2016/02/kprihatmonoblogspotcoid-mencapai-5.html

ISI ARTIKEL KALI INI ADALAH BERBAGAI ACARA 1 TAHUN ANTARA MARET 2016 SAMPAI MARET  2017 

-Acara halal bihalal yang penulis hadiri dengan Gubernur Jawa Barat
-Acara 30 tahun reuni dan halal bihalal 30 tahun SMA penulis (penulis lulus 1986)
-Acara permainan bergembira bersama keluarga besar istri di TMII
-Bertambahnya pasien bayi DS hingga dari luar negeri yang kami terapi
-Acara pernikahan adik sepupu
-Hujan lebat dan genangan banjir di jalan-jalan sering kami lalui untuk ke rumah para pasien bayi

Penulis bersama Gubernur Jawa Barat Pak Ahmad Heryawan (Pak Aher) & 
Bu Hj. Netty Prasetiyani (istri Pak Aher) 
8 Juli 2016 - Acara Halal Bihalal Jatimekar Bekasi. 
Masa menjabat beliau sebagai Gubernur Jawa Barat Juni 2008 - 2018

APA BENAR SEBUAH SITUS MEMFISIOTERAPI BAYI DS ?
Ada di antara para orang tua yang sudah takut dengan situs apalagi gratisan, sehingga baru mau dan percaya dengan kami setelah direferensikan oleh orang tua lainnya. Sebenarnya cara mengetahuinya cukup mudah untuk menyeleksi apakah sebuah blogspot dengan jasa fisioterapi yaitu dengan beberapa cara:
1. cara paling mudah meneliti record-online-nya dari situs apakah ada orang tua yang bisa dihubungi yang menulis tentang situs tersebut
2. bukti record file-nya yaitu berbagai foto-foto (makin bagus makin banyak) yang pernah diperbaiki dengan fisioterapinya
3. bukti saling komunikasi* (apakah itu ber-whatsapp atau ber-bbm ataupun bertelefon) dengan para orang tua dan bisa saja sampai ke taraf saling mengunjungi antar orang tua, penulis persilakan karena sudah terbukti ratusan lebih bayi yang sudah baik kondisinya termasuk penampilan wajahnya (jika orang tuanya rajin melakukan yang kami jelaskan untuk memperbaiki wajahnya dari yang tebal-tebal dan mata yang sipit jadi lebar), sehingga dari bulan ke bulan banyak para orang tua yang bersedia apabila penulis mintakan untuk sharing (berbagi) karena mereka ini sudah bahagia dengan kondisi bayinya yang sudah bagus wajah penampilan dan postur dan kemajuan termasuk kecerdasan dan aura wajahnya.

KOMUNIKASI PERTEMANAN BERDASARKAN KELOMPOK KATEGORI BAYI
Komunikasi yang penulis berikanpun pun tidak sembarangan: yaitu bayi sebelum difisioterapi harus diketahui dulu banyaknya ciri dan kelainan organ berat (dalamnya), dikelompokkan dulu berdasarkan kategori banyaknya ciri dan kelemahan akibat trisomi 21, setelah hasil tes echo jantung, maka akan dibedakan 4 kategori:
a. Ringan berarti tidak ada jantung bocor
b. Menengah yang jantung bocor kecil dan sedang
c. Menengah yang jantung bocor agak besar & besar
d. Berat (parah) ada beberapa penyertaan organ berat

Jadi agar para orang tua yang memiliki bayi DS sebaiknya dipertemankan dengan yang kategori sama. Mengapa hal ini sangat baik dilakukan, contoh:
Kategori Berat bila dipertemankan dengan yang Ringan, maka tentulah si ibu yang berkategori berat maka akan menjadi sedih dan shock makin dalam, maka dampak buruknya akan berpengaruh ke ASI yang jadi bisa makin berkurang bahkan jadi berhenti total karena stress yang tinggi, padahal bayi DS sangat membutuhkan ASI, selain imun yang bisa ditingkatkan dengan kandungan ASI (yang berkualitas baik tentunya) juga dapat berhemat sangat besar bila diberikan ASI dibandingkan susu formula, karena bayi ini ke depannya butuh biaya cukup banyak untuk pengobatan, kesehatan, makanan dan buah-buahan yang harus berkualitas lebih bagus dari pada anak biasa. contoh: jeruk tidak bisa sembarangan pada usia bawah 1,5 tahun tidak bisa jeruk yang untuk orang dewasa (jeruk biasa yang cuma Rp 15.000 / kg) tapi bisanya haruslah jeruk baby yang manis Rp 40.000 / kg. Karena jeruk orang dewasa walau manis, zat asamnya tidak cocok buat bayi DS (saluran pencernaan bayi DS kurang bisa mentolerasi jeruk untuk orang dewasa).

Bagi yang kategori Berat juga tidak penulis pertemankan dengan  yang Menengah yang jantung bocor kecil, karena para orang tua cenderung ingin bertanya sudah bisa apa dan kemajuan apa bayi lainnya, sedangkan yang harus operasi bedah terbuka jantungnya maka akan terhalang waktu untuk operasi jantung, maka tentulah hal ini akan membuat sedih si ibu yang kategori Menengah jantung bocor besar dan yang kategori Berat.

Jadi ternyata setelah pengalaman istri yang sudah 10 tahun memfisioterapi bayi DS dan pengalaman dan sekaligus mempelajari psikologi para orang tua bayi ini, yang terbaik bagi para orang tua ternyata adalah mengkomunikasikan mereka dengan kategori bayi yang sama bahkan mempunyai efek sangat bagus, seperti rasa stress berkurang, dengan membaiknya bayi rasa shock makin berkurang dari minggu ke minggu, bahkan dampak baiknya bagi yang sudah menghubungi penulis sejak usia 1 atau 2 atau 3 bulan usia bayi maka ASI alhamdulillah masih bisa lanca, caranya yang baik adalah:
1. Orang tua baru dengan kategori bayi Ringan dengan yang kategori Ringan (apakah itu masih sedang proses terapi sekian bulan atau sudah selesai fisioterapinya)
2. Orang tua baru dengan kategori bayi Menengah yang jantung bocor kecil atau sedang dipertemankan dengan yang kategori Menengah yang jantung bocor kecil atau sedang (apakah itu masih sedang proses terapi sekian bulan atau sudah selesai fisioterapinya)
3. Orang tua baru dengan kategori bayi Menengah yang jantung bocor agak besar dan besar dipertemankan dengan yang kategori Menengah yang jantung bocor agak besar dan besar (apakah itu masih sedang proses terapi sekian bulan atau sudah selesai fisioterapinya)
4. Orang tua baru dengan kategori bayi Berat (Parah) dipertemankan dengan yang kategori Berat (Parah)  (apakah itu masih sedang proses terapi sekian bulan atau sudah selesai fisioterapinya)

Ternyata setelah penulis lakukan PERTEMANAN dengan cara di atas sejak tahun 2013 lalu hingga sekarang kepada para orang tua pasien bayi, semua berkata sangat senang karena merasa sepenangungan jenisnya sehingga berkomunikasinya enak karena tahapan yang harus dilalui untuk medisnya (rumah sakit) hampir berjenis sama Ringan dan bagi yang Menengah maka sama juga, dan bagi yang Berat pun akan ada tahapan yang tidak jauh berbeda. Mengapa hal ini terjadi ? Karena cenderung sifat manusia (para orang tua) tentu ingin membandingkan (perjalanan perbaikan yang telah terjadi pada bayi/anak DS lainnya) dibandingkan dengan bayinya melalui proses fisioterapi yang sama tentunya. Jika yang lebih dulu berhasil, maka insya Allah bayinya akan membaik pula tentunya.

Cara pertemanan ini tentu saja MERASA SEPENANGUNGAN dan memiliki dampak baik lain yaitu bisa berkomunikasi langkah-langkah apa di masa depan bayi nantinya tentunya bisa didapatkan juga oleh para orang tua.


HASIL TERBAIK BAYI DS YANG DIFISIOTERAPI
Jadi hasil yang terbaik perbaikan bayi DS adalah sedini mungkin (bawah 5 bulan) dan belum terjadi salah postur pada organ-organ tangan, lengan, kaki, punggung dan leher dan lain-lainnya. Bayi DS agar diperbaiki maksimal  TIDAK CUKUP HANYA FISIOTERAPI OTOT-OTOT SAJA, tapi seharusnya menyeluruh.

Seperti apa yang menyeluruh itu, alhamdulillah penulis telah mendapat 3 POLA BESAR perbaikan yang telah penulis jabarkan pada link artikel di atas, yaitu:

1. Medis (dokter & rumah sakit) contoh yaitu : bila mengalami kuning (bilirubin) maka tentulah perawatan fototerapi lebih dahulu, lalu tes echo jantung HARUS oleh dokter spesialis jantung (kondisi saat sehat). Sampai didapatkan hasil tulisan VSD, ASD dan PDA, lalu tes hormon tiroid, tes mata dan telinga

2. Fisioterapi perbaikan penampilan luar (hanya bisa sejak usia 1 bulan sd 12 bulan)
Masa perbaikan untuk penampilan luar seperti kantung mata yang tebal jika ada), mata sipit (jika iya) dan leher pendek semua insya Allah masih bisa diperbaiki termasuk sempitnya tenggorokan dan kerongkongan

3.  Fisioterapi organ dalam yang yang organ dalam ini tak terjangkau tangan kita untuk perbaikannya yaitu dengan memohon pertolongan kepada Allah SWT contoh: dalam perut bayi yang kebanyakan mengalami buncit (padahal bisa bab buang air besar dan kentut) dan ini harus diperbaiki, tenggorokan dan kerongkongan yang masih sempit (ditandai dari suara nangis yang disebut tercekat-cekat atau terputus-putus) antara "eee...." pertama dengan "eee" kedua berjarak agak lama. Ini harus segera diperbaiki agar bayi dapat lega bernafas agar disaat (andaikan pilek) bayi tidak kepayahan nafasnya karena sesak, juga agar asupan bayi bisa cepat baik menjelang masa MPASI.

Kepada  para orang tua sekalian yang baru saja melahirkan bayi DS, janganlah dibuat stress yang semakin parah dengan banyaknya situs yang menulis tanpa ada solusi dan vonis-vonis yang sudah kurang valid saat ini, contoh: masih ada yang menulis:
# Bahwa bayi DS akan meninggal  di usia 1 sampai dengan 1,5 tahun
NYATANYA: hal ini sudah tidak valid di zaman sekarang dengan perkembangan teknology kedokteran yang sudah mampu membedah operasi terbuka bayi DS yang jantung bocor besar dengan fisioterapi yang baik dan benar dan dijaga kesehatannya (dengan tidak terlambat sampai sesak bila batuk pilek baru dibawa ke rumah sakit atau sampai demam sehingga sampai pneumonia, maka anak-anak DS usianya sudah bisa sama dengan kita saat ini)
# Bahwa anak DS nantinya kalau sudah besar tidak bisa kuliah
NYATANYA: banyak anak DS yang berhasil masuk kuliah di Bogor dan Jakarta
silakan googling dengan keyword: anak ds kuliah
# Bahwa anak DS nantinya tidak bisa bekerja
NYATANYA: banyak yang bisa bekerja dan meraih macam-macam kejuaraan
Baca kisah 7 kisah anak DS yang menkjubkan dunia
# Bahwa anak DS terutama bisanya di Olahraga dan Kesenian
NYATANYA: banyak anak DS yang berhasil bekerja di design sablon, atau kuliah bukan jurusan olahraga atau kesenian, tapi saat ini sudah banyak ke berbagai bidang lainnya: seperti jadi model atau lainnya
http://ibudanmama.com/topik-hangat/10-anak-syndrome-yang-menakjubkan-dunia/

Jadi bagaimana caranya untuk memperbaiki bayi DS alhamdulillah kami telah menemukan 3 POLA BESAR di atas, hanya saha untuk memperbaiki secara banyak adalah dimulai sedini mungkin yaitu sejak usia bawah 5 bulan, yang kami perbaiki bersama orang tuanya adalah :

Pemeriksaan Medis ke Rumah Sakit (poin 1)

Jadi bagi para orang tua yang baru melahirkan bayi DS, segera browsing dan cari infonya, langkah-langkah apa yang harus diperbaiki untuk diketahui lebih dahulu.
1. Periksa echo jantung (echo cardiography) ke dokter spesialis jantung *)
2. Periksa hormon tiroid *)
3. Periksa Mata *)
4. Periksa Telinga*)
5. Periksa Darah *)

Catatan: * Kapan melakukan pemeriksaan di atas ini dilakukan silakan hubungi penulis. Periksalah berdasarkan KEURGENSIAN-nya terlebih dahulu. Andaikan ada penyertaan lainnya tergantung kondisi bayi, misalkan minum selalu muntah, misalkan masalah di usus 12 jari atau usus mengalami hipsprung.

Setelah echo jantung dan hormon tiroid dilakukan, langkah apa selanjutnya yang akan diperbaiki akan penulis jelaskan lebih jauh. Jadi setelah echo jantung bayi Bapak dan Ibu sekalian, maka akan diketahui 3 kondisi:
1. Jika kondisi jantung tidak ada bocor, maka fisioterapi jantung tidak disertakan
2. Jika kondisi jantung bocor kecil atau sedang, maka fisioterapi untuk jantung akan disertakan insyaAllah agar dipercepat penutupannya
3. Jika kondisi jantung bocor agak besar dan besar, maka fisioterapi untuk jantung akan disertakan insyaAllah agar bayi kuat untuk dilakukan operasinya


Perbaikan Penampilan Luar (poin 2)
Syarat Usia belum Mencapai 5 Bulan
Yang Merupakan Ciri dan Membuat Kurang Bagus Penampilan:

-Kantung mata tebal -> bagi yang ada kantung mata -> insya Allah bisa ditipiskan/dihilangkan**)
-Mata sipit -> bagi yang sipit -> insya Allah bisa dibuat lebih lebar **)
-Leher pendek (rata-rata leher pendek) -> insya Allah bisa dibuat lebih panjang / jenjang**)
-Pipi yang tebal menggelambir -> insya Allah bisa diperbaiki agar jadi lebih naik / tidak menggelambir **)
-Leher belakang & bahu tebal -> insya Allah bisa ditipiskan agar menjadi kuat **)
-Kelopak telinga bergelombang kurang baik -> insya Allah bisa diperbaiki agar bagus kelopaknya **)

-Kaki pendek -> insya Allah bisa difisioterapi agar menjadi postur lebih panjang **)
-Lengan pendek -> insya Allah bisa difisioterapi agar menjadi lebih panjang  **)
-Wajah (maaf) suka melongo / kurang ekspresi -> insya Allah dengan difisioterapi aura maka akan lebih baik
-Lidah suka menjulur -> ada caranya agar lidah bisa menjadi masuk


Perbaikan Organ Dalam (poin 3)
Terbaik Sudah Dimulai Fisioterapinya Antara Usia 1 Bulan sd 8 Bulan
Yang Merupakan Ciri dan Kelamahan Yang Harus Diperbaiki:
-Tenggorokan yang masih sempit agar menjadi lega -> nangis akan terbukti lepas panjang
-Kerongkongan yang masih sempit agar menjadi lebih lebar  -> agar tidak ngeces
-Perut yang buncit -> daya serap usus agar jadi lebih baik
-Pergelangan tangan -> agar tidak salah postur
-Kaki dan jari -> agar tidak salah postur
-Otak depan, Otak Besar, Otak Kecil -> agar meningkat kecerdasan dan koordinasi ke anggota tubuh
-Jika ada jantung bocor kecil -> insya Allah dipercepat penutupannya
KECUALI PANCA INDERA

Kemampuan fisioterapi Organ Dalam ini (maaf) adalah kemampuan khusus yang tidak bisa ditiru

Tahun 2016 dan 2017 ini banyak orang tua yang bertanya ke Penulis:
Apa dampak bayi jantung bocor besar bila tidak dioperasi?
Maka bayi bisa cacat, contoh bocor besar di ASD (serambi) maka aliran darah ke leher dan kepala akan berkurang dari yang seharusnya, maka semakin lincah dan aktif bayi makin butuh Oksigen banyak ke kepala (padahal sebagian terbuang ke serambi kanan), akibatnya suhu leher dan kepala dari bulan ke bulan akan makin panas, jika sampai 40 derajat, maka bayi bisa kejang-kejang, makin panas misalkan usia 1,5 tahun maka akan makin suka berulang kejangnya, kalau sudah sampai kondisi demikian maka fungsi otak sudah terganggu.  

Ada orang tua yang setelah sms langsung bertelefon untuk sekedar bertanya:
Pak kata teman saya kalau bayi jantung bocor besar kalau dioperasi resikonya fifty fifty (50 : 50) ?

Penulis: Pak jika bayi DS tidak dioperasi jantung bocornya, maka jika sudah sampai ke tahap kejang-kejang di usia 1 tahun atau 1,5 tahun, maka otak bisa cacat dan kondisi bayi DS dengan jantung bocor besar maka masalahnya 2 yang belum dibereskan jadinya 1 adalah otak akibat jantungnya dan 2 masalah down syndrome bayi yang tidak dibereskan jantungnya maka akan susah diperbaikinya. Sedangkan jika usia 1 bulan sampai 11 bulan difisioterapi dengan baik, wajahnya (kantung mata, mata yang sipit dan seterusnya), dan usia tertentu tergantung konsultasi dengan dokter spesialis jantung pada usia berapa dioperasi, lalu insyaAllah operasinya selesai, setelah itu bisa lanjut lagi fisioterapi fisiknya, maka 2 macam masalah akan beres kelainan down syndromenya dan jantungnya sehingga bayi tidak ada kejang-kejang lagi.

Jadi berdasarkan 2 pertanyaan para orang tua di atas, dan pengalaman kami (pada kisah nyata yang berhasil dioperasi jantung bocor bedah terbuka), memang usia manusia adalah takdir yang Maha Kuasa, tapi sepatutnyna kita harus melalui tahap yang sudah harus operasi ya lakukanlah karena itulah  yang terbaik yang bisa dilakukan untuk bayi Bapak dan Ibu. Dengan ikhtar itu dan terapi penguatan insyaAllah lebih kuat, jika ada nasihat teman yang berkata : "Kalau dioperasi nanti resiko meninggal" nah bagaimana jika sudah usia 1,5 tahunan lalu kejang-kejang dan anak jadi  cacat otaknya, apa kata teman bapak dan ibu atas saran mereka yang dulu melarang operasi ? Kondisinya bayi  Bapak/Ibu yang sudah mengalami kejang-kejang tentu SANGAT tidak baik.

Pak apa bayi ini nantinya bisa minum tanpa berleleran ?
Alhamdulillah bayi-bayi yang kami fisioterapi dengan difisioterapi saluran nafas dan saluran cerna, maka ada saatnya minum tidak berleleran lagi

Pak apa bayi ini katanya suka ngeces nantinya ?
Alhamdulillah bayi-bayi yang kami fisioterapi rata-rata akhirnya tidak ngeces lagi karena telah diterapi  beberapa kali kerongkongannya

Bayi saya nangisnya tercekat-cekat / terputus-putus ?
Memang suara nangisnya bayi ini masih tercekat-cekat menandakan tenggorokan dan kerongkongan masih sempit dan ini juga merupakan ciri sekaligus kelemahan bayi ini, mengakibatkan jika pilek maka nafasnya akan sesak karena banyak sekret (slamp) dan kalau diminumkan air putih di usia masa MPASI (makanan pendamping air susu ibu) tidak bisa minum air putih dengan cepat, alhamdulillah bayi yang kami fisioterapi sejak usia 1,2,3 bulanan sudah dimulai maka di masa MPASI minum air putihnya tidak mengalami masalah dan buktinya nanti insya Allah suara nangis akan lepas panjang setelah beberapa kali difisioterapi.

Ada calon pasien baru yang belum fisioterapi sudah cukup banyak bertanya, seperti:
Pak kalau ini gak cocok di udara dingin ya ? Soalnya kemaren siang saya pakai AC sorenya langsung pilek.
Bukan gak cocok di udara dingin, tapi perubahan dari dingin ke hangat (suhu kamar normal) yang gak bisa menerima perubahan suhu yang drastis secara cepat. Jadi kalau pakai AC tidak apa-apa. Misalkan suhu20 derajat, lalu sebelum dimatikan naikkan dulu suhu menjadi 22 atau 23 atau 24 derajat selama beberapa menit, barulah bayi dibawa ke udara normal.  Begitu pula sebaliknya.
NYATANYA : Bayi DS banyak yang mengalami jantung bocor besar, bayi DS yang jantung bocor besar sangat suka  dengan suhu dingin (misalkan di suhu 21 atau 20 derajat), kalau tidak di kamar yang dingin maka keringetnya bisa  banyak sekali. Dan si bayi ini tidak mengalami pilek.
Ibarat gelas panas lalu diguyur air dingin, kan gelasnya bisa retak, inilah mengapa paru-paru bayi DS tidak kuat dengan perubahan yang mendadak dan drastis perbedaannya.

PERUBAHAN SUHU UDARA YANG TIDAK BISA DITOLERIR BAYI DS 1 TAHUN KE BAWAH
Bayi DS bila terlalu sering dibawa pergi ke luar rumah (misalkan ke mall) bisa membuat bayi DS keesokannya banyak kejadian melahan menjadi sakit.  Bukan berarti bayi DS tidak bisa dibawa ke luar rumah, tapi cara membawanya yang para orang tua suka tidak memperhatikan perubahan suhu udara yaitu dari dalam mobil yang dingin (ber-AC)  dengan suhu luar mobil yang cukup terik / panas sebelum masuk ke mall atau ke tempat lainnya, lalu masuk ruangan mall yang suhunya menjadi dingin lagi.

Jadi yang dialami bayi ini melalui  perubahan suhu dari DINGIN (mobil) --> PANAS (luar mobil) --> DINGIN  (tempat tujuan), maka si bayi malamnya pulang dari mall malahan sakit pilek, padahal sewaktu berangkat dari rumah adalah sehat. Begitu pula saat akan pulang, si bayi mengalami lagi kondisi DINGIN (tempat asal mula)--> PANAS (sebelum masuk mobil) --> DINGIN (dalam mobil) --> PANAS (ke luar mobil) --> AGAK DINGIN (masuk rumah). Jadi banyak sekali proses perubahan PANAS dan DINGIN yang dialami bayi, padahal bayi ini belum kuat untuk mengalami hal demikian. Belum lagi di tempat tujuan misalkan banyak virus morbili di udara (virus campak), maka bayi usia 8 bulan ke bawah yang tentu saja belum imunisasi CAMPAK (yang dilakukan di usia 9 bulan), maka si bayi jadi tertular. Bahkan akibat terkena campak di usia 8 bulan ke bawah, bisa membawa kematian bagi si bayi.
http://doktersehat.com/campak-morbili-measles-rubeola/

Dan macam-macam pertanyaan lainnya kepada penulis yang bisa ditanyakan secara langsung.
Misalkan berapa lama fisioterapinya ? Silakan komunikasi langsung
Semua ciri dan penyertaannya  harus diketahui terlebih dahulu. Ingat kombinasi ciri dan lemahnya bayi ini berbeda antara bayi yang satu dengan lainnya, maka penanganannya akan menjadi agak berbeda pula.

Kepala bayi DS suka mengalami panas di leher dan kepala padahal badan dan kakinya tidak panas (dan bayi sedang tidak pilek batuk dan demam) ini adalah terutama masalah bocor di jantung bagian serambi,  untuk masalah ini  maka segeralah konsultasi bayi Bapak / Ibu sedini mungkin bagi yang baru melahirkan, semakin Bapak / Ibu mendiamkan dan memperlakukan bayi ini seolah tidak ada apa-apa atau tidak terima akan DS nya (menyangkal / tidak terima bahwa dikatakan suspect DS oleh dokter), maka SANGAT BISA MEMBAHAYAKAN KEHIDUPAN BAYI ke depannya sebelum usia 1 tahun. Yang terjadi dari banyak yang mengubungi penulis (padahal tidak fisioterapike Penulis dan menelfon langsung ke HP Penulis) dan terjadi dialog :
Penelfon: "Pak Kurniawan saya memiliki anak DS usia sudah 1,5 tahun."
Penulis : "Apa sudah pernah echo jantung ?"
Penelfon: "Sudah saat usia 6 bulan dan jantung bocor besar."
Penulis : "Apa divonis operasi bedah terbuka ?"
Penelfon : "Iya Pak tapi saya tidak mau anak saya dioperasi, kasihan Pak"
Penulis : "Lalu apa sudah pernah terjadi kejang-kejang ?"
Penelfon : "Sudah Pak, sudah 2x."
Penulis : "Harusnya usia menjelang 1 tahun atau berat tertentu harus dioperasi bedah terbuka Pak, nah sekarang kondisi down syndromenya belum beres, kondisi bayi sudah suka kejang-kejang jadi bisa ada masalah cacat otaknya, nah kalau sudah begini akan gak bisa apa-apa anak Bapak nantinya, apa tidak lebih kasihan lagi kondisinya ? Kalau tidak dioperasi berat badan susah naik, kalau oksigen kepala kurang misalkan jantung bocor di ASD atau serambi maka leher dan kepala akan sering lama-lama mengalami panas seiring keaktifannya dan berat badan susah naik, bahkan kalau kepala panas bisa jadi malah berat badan bisa turun. Bagaimana bila panas makin ke depannya makin sering, maka berat badan juga makin susah naik, padahal usia terus bertambah. Akibatnya nanti usia 1,5 tahun berat hanya di 7 sd 8 kg saja, lalu di usia 2 tahun juga berkisar di 8 sd 8,5 kg,  padahal seharusnya usia 2 tahun berat sudah di 10 atau 11 kg. Dengan berat 8 atau 8,5 kg  yang susah bertambah, maka anak ini akan tidak bisa jalan atau susah dilatih jalan karena kurang berat dan kurang otot-otot penyangga kaki. Ujung-ujungnya sudah mudah ditebak, anak akan tidak bisa apa-apa nantinya, jadinya anak hanya bisa tidur,  bangun, makan, mandi dan di rumah saja dan tidak bisa apa-apa selama hidup.

Bandingkan bila Bapak telah mengurus operasi jantungnya misalkan di usia 1 tahun, berarti kemudian tinggal lanjut fisioterapi mengejar ketinggalan saat operasi, dan berat badan juga tidak akan terkendala lagi sehingga berat badan akan naik bagus dan kelainan akibat DS tinggal dibereskan satu persatu organ-organ yang mengalami kelambatan seperti duduk bila belum bisa duduk, lalu berdiri, tidah-tidah, rembetan dan jalan. Lalu bisa diikutkan terapi wicara. Dan berat badanpun akan stabil naiknya dan punya harapan besar untuk sekolah masuk Pra TK dan sekolah dasar dan seterusnya sehingga bisa berharap anak punya harapan hidup yang baik setelah kita tiada nantinya.

JADI:
Apapun yang akan dilalui bayi ini ke depannya, ikhtiar dan do'a dan fisioterapi yang tepat dan menyeluruhlah yang terbaik, jika sampai ke taraf perubahan wajah pada bayi ibu (hanya bisa dilakukan di usia 1 bulan sd 11 bulan) maka mengapa tidak dilakukan yang fisioterapi menyeluruh ini sehingga diharapkan anak nantinya bisa diharapkan masuk ke sekolah reguler (umum). 

Foto-foto yang baru terjadi 1 tahun belakangan adalah:

Berkumpul bersama keluarga besar istri di salah satu anjungan TMII di November 2016 bergembira menghibur anak-anak dengan perlombaan-perlombaan
(Pada foto panah kuning adalah Penulis & panah biru adalah istri penulis)




Penulis paling kiri bersama istri menghadiri pernikahan adik sepupu penulis Rahmah Umayya
di Jakarta 5 Februari 2017, paling kanan adalah tante dan Oom Penulis (tante / adik dari ibu Penulis)

 Hadir teman-teman Rahmah Umayya yang merupakan para model

  Siapakah Rahmah Umayya silakan browsing di google klik image dengan keyword:
profesi Rahmah Umayya Model
Maka akan muncul gambar di atas, Rahmah adalah adik sepupu penulis


Atau di google pada search ketik dengan keyword:
Profesi Rahmah Umayya MC
‎PR, Media, International Development Management, Mistress Of Ceremony, Public Speaker,
TV Presenter (host di beberapa acara televisi), Entrepreneur.

Semoga info tentang fisioterapinya, keluarga-keluarga istri penulis dan penulis bermanfaat untuk Bapak/Ibu sekalian. Semoga dengan penjelasan di atas (terutama keluarga besar istri dan penulis) menjadikan Bapak / Ibu sekalian menepis pemikiran yang tidak jelas / tidak perlu terhadap kami dan sekaligus menepis anggapan kurang baik terhadap jasa pada Blogspot penulis, paling tidak Bapak / Ibu sekalian menjadi tau keluarga besar kami.

Dan terima kasih kepada para orang tua yang sudah fisioterapi dengan kami sebelumnya sejak 2007 sampai 2015 yang sudah selesai fisioterapi dengan kami, walau belum mengetahui keluarga-keluarga kami sebelumnya tapi sudah percaya dengan Blogspot Penulis dan sekarang sudah menjadi keluarga bahagia bersama buah hati bapak / ibu sekalian yang sudah maksimal bagus hasil fisioterapinya di berbagai propinsi Indonesia. Semoga landasan Bapak / Ibu sekalian dengan tanpa tahu latar belakang kami, semakin mendekatkan Bapak / Ibu sekalian akan ke-Maha Kuasaan Allah SWT tanpa membatasi kekuasaan Allah tadi dengan pikiran-pikiran yang bahwa kelainan harus dengan logika alat medis terukur saja perbaikannya (BACA pola perbaikan 3 BESAR yang harus dilalui oleh bayi down  syndrome di atas untuk maksimal). Jangan lupa Allah SWT sangatlah sanggup memperbaiki kelainan organ dalam yang Bapak/Ibu belum bisa bayangkan sebelumnya bila belum merasakan dan melihat yang terjadi pada bayi Bapak/Ibu sekalian.

Jangan lupa, kami hanya perantara perbaikannya buah hati Bapak /  Ibu, semua adalah karena ke-Maha Kuasaan Allah SWT, janganlah pikiran Bapak /Ibu sekalian memblok atau pesimis akan Maha Kuasanya Allah terhadap do'a dan kemampuan ikhtiar melalui fisioterapi yang belum pernah Bapak/Ibu ketahui sebelumnya. Jika pesimis atau tidak yakin, sama saja dengan kurang yakin bahwa Allah maha Kuasa, jika yakin optimis bahwa organ dalam bisa diperbaiki oleh Allah SWT, yakinlah bahwa do'a dan ikhtiar ini dapat maksimal hasilnya (termasuk wajah penampilan dan organ dalamnya).


Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
HP 081386837511
(Harap SMS terlebih dahulu)
Hanya bagi yang serius memiliki bayi DS

Kamis, 16 Februari 2017

KISAH NYATA PERJUANGANKU DENGAN BAYIKU YANG JANTUNG BOCOR (TOTAL) 17 MM

Kau mau apa, pasti kan ku beri 
Kau minta apa, akan aku turuti
Walau harus aku terlelah dan letih 
Ini demi kamu sayang

Aku tak akan berhenti 

Menemani dan menyayangimu 
Hingga matahari tak terbit lagi
Bahkan bila aku mati 
Ku kan berdoa pada ilahi 
Tuk satukan kami di surga nanti 
........

Sungguh indah bait demi bait lagu dari Wali Band (Doaku Untukmu Sayang)


Semakin banyak orang tua yang melahirkan bayi di tahun 2016 dan 2017 ini, bahkan mereka baru menikah (antara usia 24 sampai 32 tahun) dan anak pertama pula, atau usia belum lagi menginjak 35 tahun, melahirkan bayi ternyata mengalami kelainan trisomi 21 atau disebut DS (Down Syndrome).  Dan banyak dari mereka para orang tua belum tahu langkah apa yang mesti dilakukan untuk bayinya di awal-awal sebelum usia 10 bulan atau sebelum 1 tahun (maksimal) untuk perbaikan penampilan wajah, dengan kondisinya bayinya yang :
-wajah berkantung mata tebal
-batang hidung pesek
-leher pendek
-lidah suka menjulur
-tenggorokan sempit dan kerongkongan sempit ditandai dengan suara nangisnya yang tercekat-cekat
dan  lain-lain ciri dan kelemahan yang sudah penulis jabarkan di artikel penulis tahun lalu:
http://kprihatmono.blogspot.co.id/2016/02/kprihatmonoblogspotcoid-mencapai-5.html

Sebenarnya sebelum usia 1 tahun, kondisi wajah masih bisa diperbaiki dari yang tebal, mata sipit, wajah yang suka melongo agar menjadi:
-mata belok (be dibaca mengucapkan 'be' pada kata besi) tergantung lebarnya mata orang tuanya
-kantung mata menjadi tipis (tergantung kerajinan dan kesabaran)
-wajah (maaf) melongo dan tatapan tidak fokus, menjadi fokus dan ceria 
karena jaringan ikat di wajah masih sangat lunak dan yang tebal-tebal masih bisa ditipiskan agar wajah jauh dari sebutan wajah kembar  1000, sehingga insya Allah bisa sangat baik maksimal semua tergantung kerajinan, kesabaran dan yakin akan keMaha Kuasaan Allah SWT yang dapat menyembuhkan penyakit dan memperbaiki kelainan akibat pelemahan trisomi 21
-tebal  di leher belakang dan bahu (bahkan leher seperti bersayap)
-pipi depan yang menggelambir juga bisa dikencangkan sebelum usia 10 bulan harus sudah selesai dilakukan yang untuk perbaikan leher ke atas (perbaikan penampilan)
-dan lain-lain


BANYAK TULISAN DI INTERNET TENTANG BAYI DS YANG KONDISI SAAT INI SUDAH TIDAK SAMA DENGAN 30 TAHUN SILAM
Banyak tulisan di internet bahwa anak DS usia hanya singkat tidak lebih dari 1 tahun atau 1,5 tahun, sebenarnya saat ini sudah tidak valid, karena perkembangan kemajuan ilmu kedokteran sudah sangat berbeda dengan sebelum tahun 1990 atau 2000 contoh:
-operasi kateterisasi bagi yang jantung bocor kecil di bagian tertentu (misalkan di bagian PDA)
-operasi jantung bocor bedah terbuka sudah bisa ditangani lebih dan sangat baik, bagi bayi jantung bocor besar
-obat untuk menormalkan hormon tiroid (bagi yang hipotiroid atau hipertiroid)
-bahkan operasi dengan penyertaan bermacam-macam, seperti atresia ani (tidak ada anus) sehingga harus operasi kolostomi, pembuatan lubang untuk pembuangan di perut kiri
dan sebagainya semuanya ini silakan berkonsultasi dengan dokter ahli spesialisnya
Inilah antara lain yang harus dilalui jika ada penyertaan organ dalam.

Dan penyebab lain bagi yang meninggal sebelum usia 1 tahun kemungkinan besar adalah menunda perawatan batuk pilek demam yang hanya dirawat jalan akibatnya bayi cepat mengalami pneumonia (radang paru basah) atau jantung bocor besar yang seharusnya dioperasi tapi para orang tua tidak mengetahui penanganan semasa masih usia bawah 6 bulan yaitu tidak melakukan echo jantung (echo cardiography) bayinya, sehingga tidak diketahui bahwa ternyata bayinya mengalami jantung bocor besar. Padahal jantung bocor sering tidak ada ciri di bayinya, begitu bayi sudah sesak nafas, jantung sudah bengkak (dada sampai membusung) atau kepala sudah panas, sehingga bayi kejang-kejang atau sebab penyertaan lainnya yang sudah kronis sehingga serba terlambat dan tidak tertolong lagi.

Sedangkan tulisan-tulisan yang menyatakan bayi DS meninggal bisa jadi masih bergulir sampai sekarang, bisa jadi membaca (bersumber) dari tulisan yang dibuat 30 tahun atau bahkan 40 tahun lalu (atau bahkan vonis-vonis yang sudah 100 tahun lebih yang sudah tidak valid saat ini).

n

Istri Penulis (kiri), bayi A (tengah), Ibu V (kanan - baju biru)
Saat di rumah Penulis



Ada sebuah kisah nyata yang Penulis telah diberikan izin oleh salah satu orang tua pasien bayi kami. V adalah inisial Ibu bayi dan A (inisial bayi ibu V),  semoga kisah nyata berikut memberi semangat kepada para orang tua sekalian bahwa semakin dini ditangani insya Allah semakin banyak yang bisa diperbaiki termasuk wajah dengan fisioterapi metode kami.

Seperti kisah berikut ini merupakan kisah nyata seorang ibu V yang telah melahirkan bayinya mengalami jantung bocor besar CAVSD yang total besarnya mencapai 17 mm (ASD = serambi 11 mm dan VSD = bilik 6 mm) setelah penulis jelaskan bahwa untuk perbaikan bayi ini ada 3 POLA BESAR yang harus dilalui nantinya. Dan setelah echo jantung dilakukan terkejutlah…..silakan disimak.

BERIKUT CERITA IBU V (berwarna biru) diselingi Penulis (berwarna hitam)
Aku bernama ibu V tinggal di Kalimantan dengan 2 orang anak. Begitu anak ke 3 ku lahir Juli 2016 aku baru berusia 34 tahun. Begitu pertama kali saya mendengar anak saya dinyatakan down syndrome oleh dokter, saya shock, dunia terasa runtuh. Badan terasa tidak bertulang, namun dalam ketidak berdayaan, aku selalu percaya ada obat bagi penyakit kecuali kematian. Aku mulai mencari (search) di google dan bertemu blogspot Pak Kurniawan (Penulis). Dan singkat kata setelah beberapa pertanyaan di WA secara pribadi dengan beliau, semua ketakutan berubah menjadi semangat berjuang. Suami pun menenangkan saya. Ibarat kata aku berpacu dengan waktu…masa depan anakku ini tergantung perjuangan (ikhitiar) aku atas seizin Allah SWT. Dan  semakin cepat semakin baik. Lebih baik besusah payah di awal dan berakhir indah (pada waktunya nanti). Insya Allah. Dan aku gak akan pernah santai lagi. Mulai saat ini hidup ini menjadi lebih berwarna dengan semua perjuangan ini.



Kemudian Pak Kurniawan meminta agar bayiku dites echo jantung (echo cardiography) dan tes hormon tiroid. Beberapa hari setelah mengurus BPJS selesai, saya tes anak tes echo cardiography dan ditemukan kebocoran CAVSD: serambi 11 milimeter dan bilik 6 milimeter. Itupun ada masalah tambahan karena cukup besar bocornya sampai mengakibatkan anakku mengalami cardiomegali (pembengkakan jantung). Kali ini berdasarkan hasil echo jantung yang telah ke luar hasilnya, yang cukup besar bocornya suami yang kaget sampai shock.


PENJELASAN PENULIS KE IBU V MELALUI WA (whatsapp) dan sesekali bertelefon.
Penulis jelaskan bahwa bayi ini untuk hasil terbaik perbaikannya harus melalui 3 POLA BESAR :
1.       Medis (dokter & rumah sakit) yaitu : tes echo jantung HARUS oleh dokter spesialis jantung
Sampai didapatkan hasil tulisan VSD, ASD dan PDA, lalu tes hormon tiroid, tes mata dan telinga
2.       Fisioterapi perbaikan penampilan luar (hanya bisa sejak usia 1 bulan sd 12 bulan)
Masa perbaikan untuk penampilan luar seperti kantung mata yang tebal jika ada), mata sipit (jika iya) dan leher pendek semua insya Allah masih bisa diperbaiki termasuk sempitnya tenggorokan dan kerongkongan
3.       Fisioterapi organ dalam yang yang organ dalam ini tak terjangkau tangan kita untuk perbaikannya yaitu dengan memohon pertolongan kepada Allah SWT

Dan ke 3 macam POLA DI ATAS ini di semua proses ikhtiarnya masing-masing bagian dengan benar, selalulah kita sandarkan hanya kepada Allah SWT agar diberikan hasil terbaik dan jangan sampai memblok pikiran (misalkan pesimis) bahwa anak kita hanya bisa sekian perbaikannya, artinya kita telah berprasangka akan bayi kita tidak bisa yang sangat bagus. Ada hadist Qudsi : "Aku (Allah) sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku". Jika kita berprasangka tidak bisa maka tidak bisalah yang didapat. Selalulah optimis dan berpikiran positif kepada Allah SWT apapun hasilnya atas ridho Allah SWT,  yang penting lalui perjuangan Bapak / Ibu sekalian.


Jika kita lalui 3 POLA BESAR ini dan untuk poin yang 3 akan dialui bertahap sesuai keurgensian pertama kali. Setelah penulis jabarkan untuk poin 2 anak kita masih bisa diperbaiki agar tidak dibully atau diejek oleh temannya yang usia  6 tahun atau 7 tahun, yang bisa menyebabkannya down (atau malu) atau tidak percaya diri ataupun tidak mau bersekolah, maka yang kita harus bereskan tentulah adalah penampilan wajah anak kita. Jika sudah usia di atas 12 bulan, maka jaringan ikat di wajah yang tebal-tebal (termasuk leher andaikan bersayap) sudah sangat tidak bisa ditipiskan lagi. Demikianlah panjang yang penulis jabarkan untuk ibu V.  Sedangkan untuk jantung bocor besar Penulis jelaskan memang harus dilakukan, karena bocor besar di serambi, maka lambat laun hanya dalam beberapa  bulan, leher dan kepala bayi bisa makin hangat dan panas dan lama kelamaan bila tidak dioperasi bayi di usia 1 tahunan lebih bisa mengalami kejang-kejang berulang kali karena panas kepala akan lebih dari 40 derajat. Jadi operasi bedah terbuka memang haruslah dijalani segera mungkin setelah berat bayi dan tingkat keurgensian berdasarkan besar bocornya juga yang menjadi pertimbangan (dan hal lainnya yang bisa ditanyakan ke dokter spesialis jantung).

Dan ibu V berpikir ternyata anak ini masih bisa dimaksimalkan terbaik yang Allah berikan asal dilakukan sejak masih usia 0 tahun, termasuk kecerdasannya. Banyak tulisan di internet (mungkin ribuan situs) mengenai bayi DS yang dikatakan akan gagal tumbuh, akan meninggal usia sebelum 2 tahun, atau anak ini dikatakan tidak bisa masuk ke sekolah umum (reguler), bahkan tidak bisa bekerja, nyatanya banyak yang bisa kuliah dan bisa bekerja bahkan di luar negeri sang anak yang 20an tahun sudah memiliki usaha design sablon kaos dan punya beberapa karyawan. Semua ini tak lepas dari faktor kegigihan kedua orang tua dalam mendidik dan menyekolahkannya nanti dan tentu saja jenis sekolah yang akan dilaluinya.
Dan saat bayi sebelum 1 tahun, asalkan rajin mengikuti yang kami jelaskan dan sarankan, termasuk harus diimunisasi agar terhindar dari berbagai virus seperti polio dan sebagainya  maka insya Allah banyak yang sudah masuk sekolah umum dengan wajah yang sudah jauh dari wajah kembar 1000.

Kemudian setelah penjelasan panjang Penulis Ibu V setuju dengan fisioterapi kami.
Dengan ikhtiar dari Pak Kurniawan (melalui perantara istri Penulis)) dilakukan fisioterapi  jarak jauh selama 2 bulan Agustus – September 2016 penguatan jantung, tujuan adalah agar kuat jantung nantinya saat akan dioperasi bedah terbuka, di usia 6 atau 7 bulan karena sudah vonis dari dokter spesialis jantung di kota kami di Kalimantan. Dan dirujuk untuk operasi di Desember 2016 di RSJP Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Slipi Jakarta Barat.

CERITA IBU V:
Tanggal 26 Oktober 2016 saya hanya ber 2 dengan A saja ke Jakarta, karena suami harus menjaga anak (kakak-kakaknya A) dan harus sekolah dan suami harus tetap bekerja di Kalimantan. Jadi kami harus bagi tugas. Suami harus menjadi ayah sekaligus ibu (sementara) bagi anak-anak. Beruntung aku memiliki imam yang serba bisa dan memiliki kasih sayang dan kesabaran yang luar biasa. Sementara aku sendiri harus menjadi bunda sekaligus menjadi pengambil keputusan atas semua yang terjadi di dalam perjalanan kami ke depannya. Namun kami percaya ada Allah di samping kami yang melindungi dan menjaga kami. Kami tidak sendiri. Ditambah baik dukungan moril dan materiil dari beberapa keluarga dan  teman yang mendukung kami seperti dari grup Pxxxxx, terutama langkah demi langkah yang harus kami lakukan. Dari Pak Kurniawan dan istri yang buat kami tegar dan berjuang apapun itu ke depannya.



Sampai di Jakarta aku langsung cari info dan daftar nomor antrian untuk operasi jantung di rsab Harapan Kita dan berjuang mencari tahu semua dokter-dokter di sini. Dan sebelum operasi bedah terbuka di RSJP Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, aku sempatkan A untuk fisioterapi langsung di rumah Pak Kurniawan (oleh istrinya) beberapa kali pegang sampai kami menginap di rumah Pak Kurniawan, karena A masih menunggu antrian sekitar 1 bulan lagi. Dan beberapa kali melakukan kontrol bolak-balik rumah sakit untuk pengecekan kesehatan, naik grab car dan kereta Commuter Line (karena saudara yang dekat tinggal di Bogor). 


Penulis:
Setiap Bu V datang dengan  A ke rumah kami, biasanya menggunakan grab car dan Penulis bantu bawakan tas turun dari mobil dikarenakan yang dibawa perlengkapan bayi dan sekalian untuk menginap 1  malam. Dan keesokan harinya ibu V kami antar pulang ke rumah sanak familynya di Bogor, yang pas di hari itu kami ada fisioterapi kunjungan (home visit) di Laladon Bogor, demikianlah per 5 hari sekali Bu V datang le rumah kami hingga saat A sudah harus perawatan di rumah sakit menjelang operasi.

Ibu V bercerita:
Beberapa kali komentar orang tua yang melihat kondisi bayiku dengan perkataan yang mungkin mereka tidak ketahui kondisinya. Jika mereka tahu (atau di posisi saya) mungkin tidak berkata seperti : “Masih bayi kok sudah dibawa-bawa?” atau komentar yang pedas lainnya, padahal A usia sudah 3 bulan lebih tapi secara berat masih sungguh kecil. Aku hanya bisa diam, semua hanya Allah dan orang di sekitarku saja yang perlu tahu akan kondisi bayiku, semua kuserahkan kepada Allah sebagai bagian dari ikhtiar perjuangan untuk anakku. (Komentar saat aku dan A sedang naik Commuter Line).



Pelayanan di RSJP Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sangat baik, mulai dari dokter-dokter, perawat sampai ke security dan cleaning service. Ibu V menceritakan member jempol (menceritakan ke penulis).

Hingga tiba saatnya kondisi A sudah baik, operasi bedah terbuka siap dilakukan di minggu ke 2 Desember 2016. Aku selalu berdo’a dan (dan penulis juga mendapat kabar WA bahwa A sedang masuk ruang operasi sekarang untuk mohon do’anya-demikian ibu V). Tapi apa yang terjadi saat operasi bisa di luar dugaan, operasi jantung memang harus berpacu dengan nyawa bahkan bisa dengan berbagai resikonya. Alhamdulillah akhirnya operasi selesai. dan bayi A sempat tidak sadar juga setelah operasi selesai.



Tapi aku sudah senang akhirnya A sudah boleh pakai baju, sambil dikurangi satu demi satu alat bantunya, seperti ventilator dan alat lainnya. Tapi sudah 3 minggu A belum sadar juga hingga awal januari 2017, di ICU ada orang tua lain yang galau banyak yang belajar positif sama mama A, karena dia (A) adalah pejuang yang hebat dan selalu semangat (demikian kata Ibu V ke Penulis).



Tapi ada masalah lain hingga di 7 Januari 2017 A masih belum sadarkan diri, sehingga semua selang masih terpasang, sempat Kode Biru yaitu alat monitoring nafas, dan denyut nadi sempat DATAR (GARIS LURUS) yaitu tidak ada nafas dan nadi. Aku pun minta kepada dokter di ruang ICU agar aku diizinkan masuk, karena aku tidak setuju jika akan ditracheastomi, sudah 15 detik A tanpa ada nafas dan denyut nadi.



Dan dokter mengizinkan, sambil aku berlinang air mata aku usap dengan penuh kasih sayang A, aku pegang tangan A dan aku bisikkan:



 “Ayo sayang….Bunda yakin kamu bisa….Bunda bangga banget sama kamu udah sehebat dan sekuat ini ….Kamu betul-betul satria sejati…Kamulah pejuang kehidupan sesungguhnya…Bunda selalu di sini….Berjuang bersama A….bersama A ….Dan gak kemana-mana….Slalu jaga A. Kita berjuang bersama sayang….Ayo Bunda yakin kamu bisa…..Kita udah sejauh ini….Berjuang berdua…….Bunda yakin kali ini kamu bisa dan lebih hebat dari ini….Bunda sayang A…kalau A sayang Bunda…Buktikan Sayang….Berjuang buat Bunda..Ayah untuk kakak-kakak…Dan untuk seluruh orang yang mendo’akan A Buktikan kehebatan anak Bunda….Bahwa kamu bisa…Dan kamu akan lihat….Begitu kamu sembuh….Betapa banyaknya yang peduli n sayang sama kamu…”



Alhamdulillah kemu’jizatan dari Allah, lalu di detik sekitar 20an muncul kembali di layar monitoring grafik nafas dan denyut nadi. Beberapa hari kemudian A bisa dipindah ke ruang perawatan (di gedung Perawatan II) lantai 7.


Aku (Ibu V) katakan lagi :
Alhamdulillah terima kasih Ya Allah, terima kasih sayangku….Bunda bangga banget sama A, Kamu luar biasa….makasih udah berjuang….Dan sekarang giliran Bunda yang akan berjuang untuk kamu….Demi kebahagiaan kamu….Bunda akan lakukan yang terbaik.



Kemudian aku kabarkan ke Pak Kurniawan dan istri bahwa A sudah bisa dijenguk di gedung Perawatan II lantai 7. Total A di rumah sakit adalah 40 hari. Dan kami berfoto bersama setelah melalui perjuanganku sejak Agustus 2016 hingga Januari 2017 ini.


Penulis (kiri), Ibu V (tengah dan bayi A) dan Istri Penulis (kanan)

Alhamdulillah Penulis dan istri turut berbahagia mendengar bahwa A sudah bisa dijenguk dan kami sempatkan bersama istri ke RSJP Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dan ternyata baru hari ke 3 dari kabar ibu V ke kami, dan lebih senang lagi kami ternyata malam itu adalah hari terakhir bayi bu V di rumah sakit dan sudah diperbolehkan pulang. Penulis dan istri menunggu di kamar perawatan A, sementara V berpamitan dokter-dokter dan ke banyak perawat dan bahkan juga security dan Penulis sempat mengantarkan kepulangan A dan ibu V ke rumah salah satu sanak familynya di daerah Pejaten Jakarta Selatan.

Penulis dikabari melalui WA bahwa dalam seminggu ke depan masih kontrol 1x ke rsab Harapan Kita dan 2 minggu lagi sudah boleh terbang pulang ibu V dengan A ke Kalimantan dan berkumpul bersama suami dan keluarganya kembali. Total usia A saat ini (Januari 2017) berarti 6 bulan dengan kondisi wajah sudah baik dan kondisi jantung bocor yang sudah selesai dioperasi. Kehidupan A selanjutnya tentulah ditangan ke dua orang tuanya, yaitu seperti lanjutan fisioterapinya untuk bisa duduk,  berdiri dan jalan, lalu terapi wicara dan selalu bermainan dengan diberikan permainan yang bersifat mendidik (edukasi), seperti menyusun balok, permainan menara warna-warni, puzzle dan sebagainya sesuai usianya untuk semakin mencerdaskan A nantinya.

Demikianlah perjuangan ibu V yang tegar sendiri bersama bayinya A dan A selamat dari operasi bedah terbuka karena jantung bocor besar dengan kondisi sudah pembengkakan jantung (cardiomegali). Teruslah berjuang ibu V, terus ikhtiar sekuat tenaga apapun kondisi kita (insya Allah) dengan penuh kesabaran dan kerajinan, pasti ada hikmah dan semoga Ibu V dan suami dinaikkan derajatnya di mata Allah SWT.  Aamiin ya rabbal alamin.

Kami berusaha yang terbaik untuk bayi Bapak dan Ibu sekalian, memberi masukan mana yang harus didahulukan dan yang harus dihindari, semoga untuk buah hati Bapak ibu sekalian menjadi anak yang lebih cerdas kelak (dari dikatakannya bahwa banyak penjelasan yang kurang baik di internet yang belum tentu benar untuk kondisi bayi Bapak Ibu sekalian). Yang penting setelah dilahirkan adalah bukan mencari siapa yang salah, tapi yang harus dicari adalah solusi apa yang harus dijalani, sehingga kelak nantinya anak ibu bisa bermanfaat untuk orang banyak dan semoga Bu V telah menemukan permata di keluarganya, demikian pula untuk Bapak dan Ibu lainnya. Aamiin.

Selamat jalan kembali ke rumah di Kalimantan dan syukur alhamdulillah kami ucapkan kepada Ibu V dan bayi A, terlebih kepada perjuangan Ibu V yang tidak sia-sia, seperti saat terbang dari bandara Kalimantan dan Bandara Soekarno Hatta yang hanya sendiri dengan menggendong A di dada (dengan gendongan di dada) selama berjam-jam, yang tentunya cukup kesulitan jika harus buang air kecil ke toilet.  Hingga sore langsung ke rumah kami (itupun masih menunggu di masjid dekat rumah kami) karena kami masih dalam perjalanan pulang dari kunjungan pasien memfisioterapi bayi lainnya di setiap harinya, itupun dengan hujan rintik-rintik yang Penulis jemput ibu V dan A ke masjid. Perjuangan ibu V semoga menjadi contoh bagi para orang tua lainnya dan semoga menjadikan ibu V menjadi wanita yang tangguh, tegar, sabar dan semakin dekat dengan Allah SWT dan bisa menjadi ibu yang hebat di mata anak-anaknya dan suami. Dan semoga kelak nanti A dapat bersekolah dengan baik dan menjadi anak yang sholeh dan bermanfaat untuk orang banyak. Aamiin.


Sumber video : Youtube

Salam,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
HP 081386837511
Hanya untuk yang serius
Harap SMS lebih dahulu