Kamis, 16 Januari 2014

Kriteria Dalam Memilih Usaha Website Untuk Investasi ( Berinvestasi )



Banyak penghasilan yang sebenarnya bisa Anda dapatkan sebagai sampingan, walaupun Anda bekerja di sebuah perusahaan. Tentu penghasilan atau uang masuk lebih banyak ke Anda (keluarga Anda), tentunya akan semakin baik bukan, dikarenakan pengeluaran kita juga bermacam-macam dan persiapan untuk hari tua nantinya. Bahkan pensiun dini tentunya akan baik bagi Anda, tanpa menunggu tubuh / badan sampai sakit-sakitan atau lumpuh yang tidak jarang dialami oleh banyak orang karena bekerja keras dewasa ini, karena polusi danmacet yang bikin stress yang banyak menimbulkan berbagai penyakit.
Apakah itu free lance (karyawan tidak mengikat), menyetir mobil milik orang lain di hari Sabtu dan Minggu, menjadi teknisi komputer di luar kantor (bagi Anda yang seorang IT), ikut MLM (multi level  marketing) produk herbal hingga berbisnis investasi dana, atau apapun juga sehingga setiap bulan bagi Anda yang bisa saja sedikit bahkan bukan tidak mungkin juga banyak memiliki uang rutin tambahan. Bukan tidak mungkin jika dikerjakan secara terus menerus, bahkan jika itu semua dapat Anda lakukan, suatu saat akan menjadi penghasilan yang besar bagi Anda, bahkan bisa mengalahkan gaji Anda saat ini.

Di sini penulis ingin berbagi kepada Anda, yaitu bagaimana kriteria mencari website (perusahaan yang memiliki website) yang mungkin Anda dapat bekerja sama dengannya. Dalam menentukan website online mana yang dapat diajak untuk bekerjasama investasi dengan hasil yang baik, banyak orang-orang yang mengatakan bahwa kita harus extra berhati-hati, seperti terhadap penipuan investasi  atau investasi bodong dan kaburnya pemilik usaha sehingga kabur membawa uang investasi Anda.  Hal-hal di bawah ini mungkin bisa menjadi acuan bagi Anda.
Tentunya kiriteria-kriteria tersebut, terutama seperti telah diuraikan oleh Warren Buffett yang banyak diuraikan di website-website atau dapat pula dibaca pada blogspot saya juga sangat menentukan dan di sini saya ingin menambahkan beberapa menurut pengalaman saya pribadi sebagai seorang IT Computer jaringan, yaitu seperti di bawah ini:


Selain perincian kriteria tersebut di atas, ada baiknya saya tambahkan menurut pengalaman saya, karena mungkin bisa menjadi pertimbangan yang lebih baik, karena masayarakat kita, kebudayaan, sifat dan karakternya bisa jadi berbeda dengan masyarakat negara lain:
1. hindari perusahaan dengan produk dan penjualan sedikit; yang pada websitenya produknya ada tapi tidak terlihat banyaknya penjualan sehari-hari di perusahaan tersebut, terlebih lagi perusahaan fiktif yang tidak ada produknya. Kecuali produk yang dijual hanya 1 macam, tapi produk tersebut memang dibutuhkan oleh semua orang, ini masih bisa dipertimbangkan. Di sini kita tidak  membicarakan usaha di bidang jasa.

2. hindari website yang hanya memutar uang saja di antara anggotanya saja; jadi tanpa ada penjualan, seperti arisan berantai, money game dan sejenisnya.

3. hindari profit yang terlalu menggiurkan (misalkan lebih dari 4% atau bahkan  5% ke atas), karena dikawatirkan perusahaan tersebut tidak akan berjalan dengan langgeng. Jadi bagi para investor tidak usah mengharap persentase terlalu besar, cukup mulai dari 1,4% sampai dengan 2% atau 2,5% untuk kondisi zaman sekarang ini.

4. hindari perusahaan  yang karyawannya banyak yang resign; pelajari usaha bisnis yang akan menjadi tempat berinvestasi, lakukan pembicaraan perkenalan dan lakukan pendekatan dengan beberapa karyawan, baik yang ada di perusahaan itu maupun yang sudah resign (ke luar), seperti kepada security yang tentunya melalui pendekatan yang inens (tidak 1 kali), yaitu:
-tanyakan apakah karyawannya, jika di sebuah perusahaan banyak karyawannya yang mengundurkan diri,  misal jumlah karyawan tetap ada 80 orang, lalu yang resign mencapai 10% sd 15% setiap tahunnya. Anda perlu waspada. Dan kalau bisa untuk lebih amannya dapatkan penjelasan kepada karyawan yang ke luar tersebut, ada apa dengan perusahaan tersebut. Bisa jadi perusahaan kelewat (terlalu) pelit. Hemat / efisien itu boleh / baik, tapi jika ditandai dengan keluarnya karyawan-karyawan yang berkualitas baik atau tidak ada kesalahan yang prinspil, bisa jadi management perusahaan itu kurang baik. Alangkah baiknya dihindari. Dan jika Anda paksakan untuk berinvestasi ke perusahaan seperti ini, kemungkinan besar pasti ditolak, karena biasanya tidak ingin berbagi keuntungan, perusahaan seperti ini hanya ingin berbagi kepada pemegang saham ( atau pemegang deviden).

5. keberadaan perusahaan; Semakin banyak keberadaan perusahaan tersebut di provinsi-provinsi di  seluruh Indonesia, artinya semakin aman untuk Anda berinvestasi.

6. Image (citra) perusahaan, semakin baik penilaian image / pandangan orang-orang terhadap perusahaan tersebut, seperti yang mengomentari di forum website usahanya sendiri, atau forum-forum lain yang kita bisa langsung browsing (cari) lewat google.com, semakin aman investasi Anda.  

7. lama berdiri; sudah berapa lama perusahaan berdiri, semakin lama (lebih dari 2 tahun) dan perusahaan (usaha) masih terus berdiri, ditandaii dengan karyawan yang biasanya makin bertambah, atau paling tidak jika jumlah karyawan tetap, tapi usahanya selalu lancar dan kondusif dan ditandai dengan jarangnya perusahaan bergonta-ganti karyawan dan situasi komunikasi sehari-hari di pekerjaan sangat menyenangkan dan kondusif dan sangat baik antara karyawan dengan manager/ pimpinan. Bila kurang tercermin baik komunikasi antara karyawan dengan manager atau pimpinan, lebih baik hindari berinvestasi dengan perusahaan tersebut, semua ini bisa diperoleh dengan  melakukan pendekatan ke karyawan ataupun beberapa karyawan yang telah resign dari perusahaan tersebut.

7.Sedeqah; Lakukan pendekatan kepada pemilik usaha website tersebut dan beberapa karyawannya, apakah pimpinan/pemilik usahanya suka melakukan sumbangan atau sedekah atau beramal baik kepada pihak luar seperti yayasan yatim piatu, fakir miskin atau ke karyawannya sendiri, atau potong (qurban) kambing atau sapi saat Idul Adha (misalkan pemilik usaha adalah muslim). Karena nilai akhirat akan menentukan kelanggengan dan berkah bagi pemilik dan calon investor. Dan Andapun juga jangan lupa untuk sedeqah juga tentunya.

TAMBAHAN LAIN:
Jangan hanya satu tempat ; Jika Anda memiliki sejumlah uang besar semisal Rp 100 juta, akan lebih bijak bila uang tersebut diinvestasikan ke beberapa perusahaan daripada ke satu perusahaan. Maksudnya bila menaruh Rp 100 jutadi satu perusahaan, lalu perusahaan tersebut tidak maju atau ada masalah / bencana, maka Anda akan mengalami penundaan uang profit bulanan, jadi alangkah lebih baik misalkan diinvestasikan di 3 atau 4 usaha, misal sebesar Rp 25 juta ke 4 usaha. Ini kan lebih aman, jadi bila ada satu usaha yang terjadi sesuatu, Anda masih ada penghasilan dari ke 3 usaha lainnya.

Jadi sebaiknya tempat usaha (website online) yang akan dijadikan tempat investasi jangan hanya  memenuhi 1 atau 2 kriteria saja di atas, tapi semakin banyak memenuhi kriteria-kriteria tersebut di atas, artinya semakin aman.

Nantikan artikel blogspot saya selanjutnya, yaitu keuntungan investasi untuk hari tua.

Semoga bermanfaat untuk Anda.

Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono